Kamis, 02 Juli 2015

Untukmu Yang Pernah Mengisi Hari-Hari ku

"Untuk segala luka yang pernah kutimbulkan, 

aku meminta maaf dengan segenap rasa."


Maafkan aku karena kita berjanji untuk saling mencintai ‘selamanya’ ketika kita tidak memiliki konsep apakah arti dari ‘selamanya’ yang sebenarnya. Bagaimana bisa kita saling menyalahkan jika kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya yang sedang kita permasalahkan? kita masih sangat muda, tergesa-gesa, dan kita masih berkembang ketika itu. Kita tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti kita akan hidup di jalan yang berbeda. Seperti saat ini.

But thank you, anyway.  

Terima kasih untuk memberiku Waktu yang tidak bisa di tarik kembali oleh siapapun,  Terima kasih karena mengajariku tentang arti sebuah kesabaran dan pengorbanan. Terima kasih untuk semua tatapan indah dan tawa merdumu. Kedua hal itu adalah hadiah terindah yang pernah kuterima dari seseorang. Aku sangat bersyukur bahwa kita pernah berbagi lara dan tawa. Dan satu hal yang paling aku syukuri, jika bukan dengan hidup bersamamu maka kita tak akan pernah memiliki kenangan seperti ini.

Entah sudah berapa lama sejak perpisahan kita. Tak akan ada lagi wajah menawan yang akan menyambut pagiku, tak akan ada lagi senyuman yang menentramkanku, dan tak akan ada lagi sosok yang selalu berkata padaku bahwa badai pasti akan berlalu.(walaupun nampaknya tidak pernah ngomong bgini :p )

Kadang hidup perlu diuji hingga batas maksimal. Hanya untuk sadar bahwa diri ini mampu mengalahkan kelemahan

“What doesn’t kill you makes you stronger.”

Aku selalu percaya bahwa hidup tidak akan mampu untuk menjatuhkanmu jika kau terus melaju meskipun harus memaksa dirimu untuk berada pada batas maksimal. Karena di batas itulah aku mampu menilai bahwa aku telah cukup mampu untuk bangkit dan memiliki hidup baru yang lebih baik.(masih setengah jalan skarang, tpi mungkin kedepannya akan seperti itu)

Kadang aku merasa bahwa hidup memang tidak adil. Ketika kulihat teman-teman kita bahagia dengan kehidupannya sedangkan aku disini merajut lara, aku merasa bahwa kedatanganmu di hidupku tak membawa apapun kecuali air mata.

Bohong jika kubilang hidupku tidak sulit. Tapi kehadiran keluarga dan kawan-kawan "sedikit" bisa meredakan sakit

 Melupakan sosok yang pernah menemani untuk beberapa lama terbilang sulit, entah kedepan seperti apa, mungkin terlihat berlebihan, karena baru menjalin hubungan di waktu muda seperti ini, apa jadinya bila nanti di tinggal oleh orang yang menemani kita dari kecil.

Sulit, di keadaan yang seperti ini, saat orang" mencemooh yang bisa aku lakukan hanya tersenyum manis dan tertawa seolah tidak begitu berarti bagi ku, saat orang-orang melihat seperti apa kamu dari pandangan mereka, yang kulakukan hanya menepis pandangan meraka terhadap mu, bahwa kamu tidak seperti yang mereka bilang.

Entah seperti apa kenyataannya aku selalu berdoa yang terbaik untuk mu. saat keadaan mulai terasa sangant sulit untuk-ku, keluarga, teman-teman, dan pekerjaan yang sibuk dapat menepis rasa sulit dan sedih yang aku rasakan.

Percayalah bahwa aku akan selalu mencintaimu dengan caraku…

Karena kau adalah bagian dari diriku yang tak akan pernah terkubur waktu. Aku berjanji akan selalu mencintaimu sebagai seorang teman baik yang pernah berarti bagiku. Tak mungkin aku meninggalkanmu sementara bagian dari diriku selalu mengingatmu.

Tidak.
Aku tidak pernah menyesali hubungan kita, karena jatuh cinta denganmu adalah sebuah peristiwa yang indah dan tak tergantikan. Jatuh cinta denganmu membuatku mengerti bagaimana hidup yang sebenarnya dan membuatku mampu untuk mempersiapkan diriku untuk seseorang yang baru.
Meskipun kadang bagian dari diriku merasa bahwa aku menghabiskan waktuku pada hubungan yang sia-sia, namun aku selalu kembali pada fakta bahwa sekarang aku bahagia walau kita tak lagi bersama. Bagaimana mungkin aku menyesali setiap langkah yang akhirnya membawaku ke sini?
Bagaimana hidupmu saat ini, buatlah menjadi lebih baik.

Aku ingin kau mengerti bahwa aku tak pernah menyalahkanmu. Kita telah melakukan segala cara agar tetap bersama, agar hubungan kita tidak berpisah. Maafkan aku untuk segala luka dan lara yang pernah kubuat. Percayalah bahwa semua ini tak mudah. Aku sungguh berharap bahwa perjalanan kita tak akan seperti ini akhirnya, namun suatu hari kau akan menyadari bahwa perpisahan ini memang harus terjadi dan suatu hari kau akan mengerti bahwa hal ini adalah yang terbaik.
Apapun yang akan terjadi, kita berdua pantas untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik.
Dan, satu-satunya hal yang mampu kulakukan adalah mendoakanmu. Berdoa agar kau memiliki masa depan yang cerah dan penuh cinta. Berdoa agar segera kau temukan seseorang yang mampu memberimu sejuta tawa dan canda. Meskipun kini kita memandang langit yang berbeda, aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu.

~Khris~


 Untuk Wanita yang pernah mengisi hari-hari ku.


02/Juli/2015 23.30
Source : Source

Tidak ada komentar:

Posting Komentar